Langsung ke konten
Kamboja
Tips

Green Burial: Konsep Pemakaman yang Kembali Menyatu dengan Alam

  • Blog Kamboja
  • 5 menit baca
Green Burial: Konsep Pemakaman yang Kembali Menyatu dengan Alam

Pernah membayangkan bahwa proses pemakaman bisa dilakukan dengan cara yang lebih sederhana dan tetap menghormati orang yang telah meninggal, sekaligus memperhatikan kelestarian lingkungan? Inilah salah satu hal yang ditawarkan oleh green burial, sebuah konsep pemakaman yang menyatu ke alam.

Belakangan ini, perhatian terhadap lingkungan semakin meningkat, termasuk dalam cara manusia mempersiapkan akhir kehidupan. Bagi sebagian keluarga, pemakaman bukan hanya tentang memberikan penghormatan terakhir, tetapi juga tentang meninggalkan dampak lingkungan yang lebih kecil.

Apa Itu Green Burial?

Green burial adalah metode pemakaman yang lebih alami dan ramah lingkungan. Berbeda dari pemakaman konvensional yang umumnya menggunakan jenazah yang diawetkan, peti mati dari logam atau kayu keras, serta struktur beton di dalam tanah, green burial mengutamakan proses penguraian alami dengan meminimalkan penggunaan bahan kimia dan material yang sulit terurai.

Sebenarnya, konsep ini bukan hal baru, karena banyak masyarakat dan budaya telah lama memakamkan orang yang meninggal dengan cara sederhana agar tubuh dapat kembali menyatu dengan alam. Kini, green burial kembali dipertimbangkan sebagai pilihan bagi mereka yang ingin memberikan penghormatan terakhir dengan cara yang lebih sederhana dan memperhatikan kelestarian lingkungan.

Apa Inti dari Green Burial?

Inti dari green burial adalah membiarkan tubuh kembali menyatu dengan alam melalui proses penguraian yang alami, tanpa menggunakan banyak bahan kimia atau material yang sulit terurai. Ada tiga prinsip utama yang menjadi ciri khas metode pemakaman ini.

1. Tidak Menggunakan Embalming

Embalming (pembalseman mayat) adalah proses pengawetan jenazah menggunakan bahan kimia untuk memperlambat proses penguraian. Dalam green burial, proses ini umumnya dihindari agar tubuh dapat terurai secara alami.

Sebagai gantinya, jenazah tetap dirawat dengan cara yang sesuai, misalnya menggunakan pendinginan jika diperlukan.

2. Tidak Menggunakan Peti dari Kayu Keras

Green burial mengutamakan penggunaan bahan yang mudah terurai, seperti kain pembungkus atau peti dari bahan alami yang sesuai.

Penggunaan peti dari kayu keras yang sulit terurai atau material yang membutuhkan banyak proses produksi biasanya dihindari.

Tujuannya adalah mengurangi penggunaan sumber daya dan membantu proses penguraian berlangsung secara alami.

3. Tidak Menggunakan Semen atau Beton

Pada green burial, jenazah umumnya tidak ditempatkan dalam struktur pelindung dari semen atau beton di dalam tanah.

Sebaliknya, jenazah dimakamkan menggunakan bahan yang mudah terurai agar proses alami dapat berlangsung tanpa banyak hambatan.

Meski begitu, penerapannya tetap bergantung pada aturan dan fasilitas tempat pemakaman yang dipilih.

Mengapa Green Burial Banyak Dipertimbangkan?

Salah satu alasan green burial mulai banyak dipertimbangkan adalah meningkatnya kepedulian terhadap dampak pemakaman terhadap lingkungan. Sebagai contoh, proses kremasi membutuhkan energi untuk menghasilkan suhu tinggi dan menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂).

National Geographic pernah melaporkan perkiraan emisi rata-rata dari satu proses kremasi, sehingga mendorong diskusi tentang pilihan pemakaman yang lebih ramah lingkungan. Green burial menjadi salah satu alternatif karena menghindari proses embalming konvensional dan mengurangi penggunaan material seperti peti yang sulit terurai serta struktur beton di dalam makam.

Meski begitu, dampak lingkungan setiap metode pemakaman bisa berbeda, tergantung proses dan fasilitas yang digunakan.

Bahkan jika keluarga memilih kremasi, masih ada cara untuk membuat upacara perpisahan lebih ramah lingkungan, misalnya dengan mengurangi dekorasi sekali pakai dan memilih perlengkapan yang dapat digunakan kembali.

Keuntungan Memilih Green Burial

Salah satu keuntungan green burial adalah proses pemakamannya yang cenderung lebih sederhana. Dalam beberapa praktik, jenazah cukup dibungkus menggunakan kain kafan atau ditempatkan dalam peti mati sederhana tanpa banyak hiasan. Meski terlihat bersahaja, proses ini tetap bisa menjadi bentuk penghormatan terakhir yang penuh makna bagi orang tercinta.

Selain itu, green burial berpotensi lebih hemat biaya karena umumnya tidak memerlukan proses embalming, peti mati mewah, atau struktur beton di dalam makam.

Dengan mengurangi beberapa kebutuhan tersebut, keluarga bisa menyesuaikan biaya pemakaman dengan anggaran yang tersedia. Namun, besarnya penghematan tetap bergantung pada lokasi, layanan yang digunakan, dan aturan pemakaman setempat.

Apa Bedanya Green Funeral dan Pemakaman Biasa?

Sekilas, green funeral dan pemakaman biasa mungkin terlihat sama karena keduanya bertujuan memberikan penghormatan terakhir kepada orang yang meninggal. Namun, ada beberapa perbedaan dari segi proses, perlengkapan, hingga dampaknya terhadap lingkungan.

A. Proses Perawatan Jenazah

Dalam green funeral, proses embalming atau pengawetan jenazah menggunakan bahan kimia umumnya dihindari. Sementara itu, pada pemakaman biasa, embalming bisa dilakukan sesuai kebutuhan dan pilihan keluarga.

B. Penggunaan Peti Mati

Green funeral lebih mengutamakan peti atau pembungkus yang mudah terurai secara alami. Sebaliknya, pemakaman biasa bisa menggunakan peti dari kayu keras, logam, atau bahan lain yang dilengkapi berbagai hiasan.

C. Penggunaan Semen atau Beton

Pada green burial, jenazah umumnya dimakamkan tanpa struktur pelindung dari beton di dalam tanah. Sementara itu, beberapa pemakaman konvensional menggunakan struktur beton untuk menopang atau melindungi area makam.

D. Dekorasi dan Perlengkapan Upacara

Green funeral cenderung menggunakan dekorasi yang lebih sederhana, mengurangi barang sekali pakai, dan memilih material yang lebih ramah lingkungan. Pemakaman biasa dapat menggunakan lebih banyak bunga, dekorasi, dan perlengkapan tambahan, tergantung tradisi keluarga.

E. Biaya Pemakaman

Green funeral berpotensi lebih hemat karena beberapa kebutuhan, seperti embalming dan peti mewah, dapat dikurangi. Namun, biaya akhirnya tetap bergantung pada lokasi, fasilitas, dan layanan yang dipilih.

F. Dampak terhadap Lingkungan

Green funeral berupaya mengurangi penggunaan bahan kimia, material yang sulit terurai, dan sumber daya yang dibutuhkan selama proses pemakaman. Dampak pemakaman biasa bervariasi sesuai metode dan perlengkapan yang digunakan.

Kamboja.co.id Membantu Keluarga Mengurus Kebutuhan Pemakaman!

Kamboja.co.id hadir sebagai penyedia jasa pemakaman di seluruh Indonesia yang siap membantu keluarga mengurus berbagai kebutuhan pemakaman sesuai pilihan dan layanan yang tersedia, termasuk informasi terkait pemakaman kremasi.

Dalam mempersiapkan akhir kehidupan, konsep seperti green burial dan Swedish death cleaning juga bisa menjadi bahan pertimbangan untuk merencanakan perpisahan dengan lebih sederhana dan penuh makna.

Dengan dukungan layanan pengurusan pemakaman Indonesia dari Kamboja.co.id, keluarga dapat lebih fokus mendampingi satu sama lain dan memberikan penghormatan terakhir kepada orang tercinta.

Jika kamu tertarik mempertimbangkan green burial atau ingin mengetahui pilihan pemakaman yang sesuai dengan kebutuhan keluarga, hubungi Kamboja.co.id di WhatsApp +62 822-1111-1415  untuk menanyakan layanan yang tersedia.

  • #layanan pemakaman
Bagikan:

Blog Kamboja

Tim Kamboja menulis panduan seputar kedukaan, pengurusan jenazah dan perencanaan pemakaman untuk membantu keluarga di Indonesia.

Artikel terkait