Langsung ke konten
Kamboja
Tips

5 Pantangan dalam Pengurusan Jenazah Muslim Berdasarkan Sunnah

  • Blog Kamboja
  • 4 menit baca
5 Pantangan dalam Pengurusan Jenazah Muslim Berdasarkan Sunnah

Di tengah suasana duka, tidak sedikit keluarga yang masih bingung mengenai apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan saat mengurus jenazah. Bahkan beberapa tradisi yang berkembang di masyarakat terkadang tidak memiliki dasar yang kuat dalam Al-Qur'an maupun Sunnah.

Oleh sebab itu, penting bagi umat Islam untuk memahami berbagai pantangan dalam pengurusan jenazah agar proses pemakaman berjalan sesuai tuntunan syariat.

Maka dari itu kami akan membahas 5 pantangan dalam pengurusan jenazah Muslim berdasarkan Sunnah. Mari kita simak.

5 Pantangan Pengurusan Jenazah Muslim Berdasarkan Sunnah

Pengurusan pemakaman Islam tidak hanya bertujuan menghormati orang yang telah meninggal, tetapi juga sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Oleh karena itu, segala proses yang dilakukan hendaknya mengikuti tuntunan Rasulullah SAW dan menghindari praktik-praktik yang bertentangan dengan syariat.

1. Meratapi Kematian Secara Berlebihan (Niyahah)

Menangis karena kehilangan orang tercinta adalah hal yang manusiawi dan diperbolehkan dalam Islam. Rasulullah SAW sendiri pernah menangis ketika kehilangan anggota keluarganya. Namun, yang dilarang jika meratap secara berlebihan, seperti:

  • Menjerit-jerit histeris
  • Memukul-mukul badan
  • Menampar wajah
  • Merobek pakaian
  • Mengucapkan kata-kata yang menunjukkan ketidakridhaan terhadap takdir Allah

Perilaku tersebut dianggap bertentangan dengan sikap sabar yang dianjurkan dalam Islam. Ketika musibah datang, seorang Muslim dianjurkan mengucapkan:

"Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un."

Kalimat tersebut mengingatkan bahwa seluruh manusia berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya.

2. Menunda Penguburan Tanpa Alasan yang Dibenarkan

Pantangan berikutnya adalah menunda pemakaman jenazah tanpa alasan yang dibenarkan syariat.

Dalam banyak hadis disebutkan bahwa jenazah sebaiknya segera dimakamkan setelah proses memandikan, mengafani, dan menyalatkan selesai. Rasulullah SAW menganjurkan agar umat Islam tidak memperlama proses pemakaman.

Penundaan biasanya terjadi karena beberapa alasan seperti:

  • Menunggu anggota keluarga yang jauh
  • Menunggu hari tertentu yang dianggap baik
  • Menunggu jumlah pelayat lebih banyak
  • Menunggu acara adat tertentu

Jika tidak ada kebutuhan yang mendesak, praktik tersebut sebaiknya dihindari. Islam mengajarkan kesederhanaan dan kecepatan dalam pengurusan jenazah.

3. Membebani Keluarga Duka dengan Menyediakan Jamuan Besar

Di beberapa daerah, keluarga yang berduka justru harus menyiapkan makanan dalam jumlah besar untuk para tamu yang datang melayat.

Padahal berdasarkan sejumlah riwayat dan penjelasan para ulama, yang dianjurkan justru tetangga atau kerabat membantu menyediakan makanan bagi keluarga yang sedang berduka.

Hal ini karena keluarga yang kehilangan anggota keluarganya biasanya sedang berada dalam kondisi emosional yang berat dan membutuhkan dukungan, bukan tambahan beban.

Praktik membuat acara makan besar yang memberatkan keluarga duka sebaiknya dihindari, terlebih jika sampai menimbulkan utang atau kesulitan ekonomi.

Sebaliknya, umat Islam dianjurkan untuk:

  • Membantu kebutuhan keluarga duka
  • Mengirim makanan
  • Membantu proses pemakaman
  • Memberikan dukungan moral

4. Melakukan Praktik yang Tidak Memiliki Dasar Syariat

Pantangan berikutnya adalah melakukan ritual atau kebiasaan yang tidak memiliki landasan yang jelas dalam ajaran Islam. Dalam beberapa masyarakat, terkadang terdapat kepercayaan tertentu yang dikaitkan dengan kematian, misalnya:

  • Menentukan hari khusus yang dianggap wajib untuk ritual tertentu
  • Kepercayaan tentang benda-benda tertentu yang harus diletakkan bersama jenazah
  • Keyakinan bahwa arwah akan kembali pada waktu tertentu
  • Praktik-praktik mistis yang tidak memiliki dasar syariat

Islam mengajarkan bahwa seluruh amalan ibadah harus memiliki dasar yang jelas dari Al-Qur'an dan Sunnah.

5. Berlebihan dalam Membangun dan Menghias Makam

Pantangan terakhir yang perlu dipahami adalah berlebihan dalam pembangunan makam.

Salah satu pertanyaan yang cukup sering muncul adalah mengenai hukum makam di keramik. Dalam praktiknya, para ulama memiliki pembahasan tersendiri mengenai pembangunan makam.

Secara umum, Islam menganjurkan kesederhanaan dalam pemakaman dan melarang sikap berlebihan yang menjadikan makam sebagai sarana kebanggaan atau kemewahan.

Tujuan makam dalam Islam adalah sebagai tempat peristirahatan jenazah sekaligus pengingat bagi orang yang masih hidup tentang kematian dan kehidupan akhirat.

Karena itu, fokus utama seharusnya bukan pada kemegahan makam, melainkan doa dan amal saleh yang terus mengalir untuk almarhum.

Kremasi Menurut Islam, Apakah Diperbolehkan?

Topik lain yang sering ditanyakan adalah mengenai kremasi menurut Islam.

Secara umum, mayoritas ulama berpendapat bahwa jenazah Muslim harus dimakamkan dan bukan dikremasi. Hal ini karena praktik yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah menguburkan jenazah, bukan membakarnya.

Tubuh manusia dipandang memiliki kehormatan baik saat hidup maupun setelah meninggal dunia. Oleh sebab itu, proses penguburan menjadi bagian penting dalam syariat Islam.

Bagi keluarga Muslim, pengurusan jenazah sebaiknya mengikuti tata cara yang telah diajarkan dalam Islam, mulai dari memandikan hingga penguburan.

Pengurusan Jenazah Dianjurkan Sesuai Sunnah!

Di saat keluarga sedang berduka, berbagai kebutuhan teknis pemakaman sering kali menjadi tantangan tersendiri. Kamboja.co.id hadir sebagai penyedia layanan pemakaman yang membantu keluarga mengurus berbagai kebutuhan pemakaman secara profesional.

Dengan bantuan tim berpengalaman, keluarga tidak perlu repot mengurus detail logistik sehingga dapat lebih fokus mendoakan dan mendampingi orang-orang tercinta. Informasi lebih lanjut dapat dilihat melalui layanan Jasa Pemakaman Kamboja.co.id.

Untuk memudahkan pengguna dalam bertanya, Anda bisa menghubungi Kamboja.co.id lewat Whatsapp berikut +6282211111415.

  • #layanan pemakaman
Bagikan:

Blog Kamboja

Tim Kamboja menulis panduan seputar kedukaan, pengurusan jenazah dan perencanaan pemakaman untuk membantu keluarga di Indonesia.

Artikel terkait